Media
komunikasi adalah alat yang digunakan untuk membantu atau mempermudah kegiatan
menyampaikan informasi atau pesan dari seseorang kepada orang lain dengan
maksud tertentu. Tujuan media komunikasi adalah untuk membantu promosi dalam
meningkatkan pemasaran produk, dan meningkatkan kepercayaan pada
publik/masyarakat. Media komunikasi sendiri berfungsi untuk:
- Mempermudah penyampaian pesan
- Mengefektifkan penyampaian pesan
- Memperjelas maksud dan tujuan
- Sebagai alat untuk membangkitkan motivasi dalam mendengarkan suatu informasi
Jenis media
komunikasi dibagi menjadi dua. Yaitu menurut sifatnya dan sasarannya. Menurut
sasarannya, media komunikasi dibagi menjadi:
1. Media
komunikasi nirmassa, yaitu media yang dalam penyampaian informasinya hanya ditujukan untuk sasaran tunggal, contohnya seperti telepon.
2. Media
komunikasi massa, yaitu media yang penyampaiannya ditujukan kepada banyak orang, contohnya seperti media cetak, tv, radio, dll.
Sedangkan menurut sifatnya, media
dapat dibagi menjadi:
1. Media
komunikasi audio. Yaitu media yang dapat didengar. Contohnya radio, telepon,
dan sebagainya.
a. Kelebihan:
Ketersediaannya yang mudah, mempunyai jangkauan yang luas, berbentuk sederhana,
mudah digunakan, dapat disampaikan secara langsung, dapat mengembangkan
imajinasi, dll.
b. Kelemahan:
Terkait pada jadwal atau waktu tertentu, sering timbul gangguan, biaya
pemasangan relatif mahal, dll
2. Media
komunikasi visual. Yaitu media yang hanya bisa dilihat. Contohnya koran,
majalah, brosur, papan pengumuman, dan semacamnya
a. Kelebihan:
Dapat memperjelas apa yang ingin disampaikan, biayanya murah, menimbulkan ide;
inspirasi; imajinasi, dll
b. Kelemahan:
Tidak ada pergerakan, menimbulkan rasa bosan, hanya untuk indra penglihatan,
dll
3. Media
komunikasi audio visual. Yaitu media yang dapat dilihat dan didengarkan
bersamaan dalam penyampaiannya. Contohnya televisi, smartphone, dan semacamnya.
a. Kelebihan: Dapat
lebih mudah dimengerti oleh audiens, tidak membosankan, infromasi yang diterima
sesuai dengan kenyataan, dll
b. Kelemahan:
Terkait pada jadwal atau waktu tertentu, sering timbul gangguan, biaya
pemasangan/pembelian relatif mahal, dll
Diatas
merupakan contoh-contoh media komunikasi modern, sebelum adanya alat-alat
tersebut, orang-orang terdahulu pun menggunakan berbagai macam alat komunikasi
sebagai media untuk menyampaikan suatu informasi atau pesan seperti:
- Prasasti. Merupakan
sumber sejarah penting yang mengungkap suatu peristiwa atau suatu pesan pada
masa lalu.
- Daun
Lontar. Kegiatan surat menyurat sudah dilakukan oleh orang-orang zaman
dahulu. Pada saat itu media yang lazim digunakan untuk kegiatan berkomunikasi
dalam bentuk surat adalah daun lontar.
- Lonceng. Digunakan
untuk menciptakan bunyi. Dahulu lonceng digunakan untuk mengabarkan suatu
berita kepada masyarakat dan sebagai penanda waktu. Sampai saat ini, lonceng
masih dipakai walaupun sudah jarang dijumpai.
- Kentongan. Sama
seperti lonceng yang menciptakan bunyi. Kentongan pun digunakan untuk
memberitahu warga bahwa telah terjadi sesuatu.
- Asap. Orang-orang
zaman dahulu memanfaatkan asap sebagai media komunikasi. Juga digunakan untuk
mengirimkan suatu pesan rahasia pada teman ataupun lawan.
- Telepon
Kaleng. Adalah perangkat untuk mengirim pesan berupa suara dengan
menggunakan dua kaleng yang dihubungkan dengan untaian benang dan dua orang
dapat berkomunikasi melalui kaleng tersebut.
- Burung
merpati. Zaman dahulu burung merpati ini akan membawa sebuah surat
atau pesan jarak jauh.
Masih
banyak media komunikasi yang orang-orang gunakan baik alat komunikasi yang
modern, maupun tradisional. Berikutnya saya akan membahas tentang strategi
komunikasi.
Strategi
komunikasi adalah perencanaan dan manajemen komunikasi untuk mencapai tujuan
tertentu (Effendy, 2003). Strategi komunikasi berfungsi untuk menyebarkan
informasi yang bersifat informative, persuasive, instruktif secara sistematik
kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal.
Strategi
komunikasi harus didukung oleh teori. Salah satunya yaitu teori Harold Laswell
yaitu:
-
Who? (Siapakah komunikatornya?)
-
Says What? (Pesan apa yang disampaikan?)
-
In Which Channel? (Media apa
yang digunakan?)
- To Whom? (Kepada siapa/Siapa
komunikannya?)
- With What Effect? (Efek apa
yang diharapkan?)
Teori
Laswell tersebut termasuk dalam kategori model-model dasar dalam strategi komunikasi.
Teori ini telah digunakan untuk mengatur dan mengorganisasikan dan membentuk
struktur tentang proses komunikasi. Laswell menunujukkan kecenderungan awal
model komunikasi, yaitu menganggap bahwa komunikator pasti mempunyai penerima
atau komunikan, dan karenanya komunikasi harus semata-mata dianggap sebagai
proses persuasif. Juga selalu dianggap bahwa pesan-pesan itu pasti ada efeknya.
Pertanyaan-pertanyaan
dalam teori Laswell tersebut dalam strategi komunikasi sangat penting, salah
satunya “With what effect?”. Karena
efek yang diharapkan dari suatu kegiatan komunikasi bisa bermacam-macam, yakni:
1. Menyebarkan
komunikasi
2. Melakukan
persuasi
3. Melaksanakan
instruksi
Jika kita
sudah mengetahui efek yang kita kehendaki dari komunikan, memilih cara mana
yang kita ambil untuk berkomunikasi juga sangatlah penting, karena ada
kaitannya dengan media yang harus kita gunakan. Cara kita berkomunikasi, bisa
kita ambil salah satu dari dua point berikut, yaitu:
-
Komunikasi tatap muka (Face to Face Communication)
-
Komunikasi bermedia (Mediated Communication)
Komunikasi tatap
muka dapat kita gunakan apabila kita mengharapkan efek berupa perubahan tingkah
laku pada komunikan. Dengan begitu, kita sebagai komunikator bisa mengetahui
pada saat kita berkomunikasi apakah komunikan memperhatikan kita dan mengerti
apa yang kita komunikasikan.
Sedangkan
untuk komunikasi bermedia (media massa dan media publik) pada umumnya digunakan
untuk komunikasi yang memiliki fungsi informatif. Berbagai hasil penelitian
menunujukkan bahwa media massa kurang ampuh untuk mengubah tingkah laku
komunikan karena sifatnya yang informatif dan tidak persuatif. Walaupun
demikian, kelebihan komunikasi bermedia ini yaitu dapat mencapai komunikan
dalam jumlah yang besar.
Jadi, media
komunikasi dan strategi komunikasi ini memiliki hubungan. Jika kita sudah
menentukan strategi apa yg kita gunakan untuk berkomunikasi, maka kita akan
membutuhkan suatu alat untuk komunikasi bermedia. Contohnya seperti yang saya
katakan diawal.
Sumber:
0 comments:
Post a Comment