Sunday, 1 November 2015

Media dan Strategi Komunikasi


            Media komunikasi adalah alat yang digunakan untuk membantu atau mempermudah kegiatan menyampaikan informasi atau pesan dari seseorang kepada orang lain dengan maksud tertentu. Tujuan media komunikasi adalah untuk membantu promosi dalam meningkatkan pemasaran produk, dan meningkatkan kepercayaan pada publik/masyarakat. Media komunikasi sendiri berfungsi untuk:
  •       Mempermudah penyampaian pesan
  •       Mengefektifkan penyampaian pesan
  •             Memperjelas maksud dan tujuan
  •       Sebagai alat untuk membangkitkan motivasi dalam mendengarkan suatu informasi

Jenis media komunikasi dibagi menjadi dua. Yaitu menurut sifatnya dan sasarannya. Menurut sasarannya, media komunikasi dibagi menjadi:
1.      Media komunikasi nirmassa, yaitu media yang dalam penyampaian informasinya hanya    ditujukan untuk sasaran tunggal, contohnya seperti telepon.
2.      Media komunikasi massa, yaitu media yang penyampaiannya ditujukan kepada banyak      orang, contohnya seperti media cetak, tv, radio, dll.

Sedangkan menurut sifatnya, media dapat dibagi menjadi:

1.      Media komunikasi audio. Yaitu media yang dapat didengar. Contohnya radio, telepon, dan sebagainya.
a.  Kelebihan: Ketersediaannya yang mudah, mempunyai jangkauan yang luas, berbentuk sederhana, mudah digunakan, dapat disampaikan secara langsung, dapat mengembangkan imajinasi, dll.
b.     Kelemahan: Terkait pada jadwal atau waktu tertentu, sering timbul gangguan,       biaya pemasangan relatif mahal, dll

2.      Media komunikasi visual. Yaitu media yang hanya bisa dilihat. Contohnya koran, majalah, brosur, papan pengumuman, dan semacamnya
a.  Kelebihan: Dapat memperjelas apa yang ingin disampaikan, biayanya murah, menimbulkan ide; inspirasi; imajinasi, dll
b.   Kelemahan: Tidak ada pergerakan, menimbulkan rasa bosan, hanya untuk indra penglihatan, dll

3.      Media komunikasi audio visual. Yaitu media yang dapat dilihat dan didengarkan bersamaan dalam penyampaiannya. Contohnya televisi, smartphone, dan semacamnya.
a.  Kelebihan: Dapat lebih mudah dimengerti oleh audiens, tidak membosankan, infromasi yang diterima sesuai dengan kenyataan, dll
b.     Kelemahan: Terkait pada jadwal atau waktu tertentu, sering timbul gangguan,         biaya pemasangan/pembelian relatif mahal, dll

Diatas merupakan contoh-contoh media komunikasi modern, sebelum adanya alat-alat tersebut, orang-orang terdahulu pun menggunakan berbagai macam alat komunikasi sebagai media untuk menyampaikan suatu informasi atau pesan seperti:
-         Prasasti. Merupakan sumber sejarah penting yang mengungkap suatu peristiwa atau suatu pesan pada masa lalu.
-        Daun Lontar. Kegiatan surat menyurat sudah dilakukan oleh orang-orang zaman dahulu. Pada saat itu media yang lazim digunakan untuk kegiatan berkomunikasi dalam bentuk surat adalah daun lontar.
-  Lonceng. Digunakan untuk menciptakan bunyi. Dahulu lonceng digunakan untuk mengabarkan suatu berita kepada masyarakat dan sebagai penanda waktu. Sampai saat ini, lonceng masih dipakai walaupun sudah jarang dijumpai.
-    Kentongan. Sama seperti lonceng yang menciptakan bunyi. Kentongan pun digunakan untuk memberitahu warga bahwa telah terjadi sesuatu.
-      Asap. Orang-orang zaman dahulu memanfaatkan asap sebagai media komunikasi. Juga digunakan untuk mengirimkan suatu pesan rahasia pada teman ataupun lawan.
-   Telepon Kaleng. Adalah perangkat untuk mengirim pesan berupa suara dengan menggunakan dua kaleng yang dihubungkan dengan untaian benang dan dua orang dapat berkomunikasi melalui kaleng tersebut.
-     Burung merpati. Zaman dahulu burung merpati ini akan membawa sebuah surat atau pesan jarak jauh.

Masih banyak media komunikasi yang orang-orang gunakan baik alat komunikasi yang modern, maupun tradisional. Berikutnya saya akan membahas tentang strategi komunikasi.

Strategi komunikasi adalah perencanaan dan manajemen komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu (Effendy, 2003). Strategi komunikasi berfungsi untuk menyebarkan informasi yang bersifat informative, persuasive, instruktif secara sistematik kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal.

Strategi komunikasi harus didukung oleh teori. Salah satunya yaitu teori Harold Laswell yaitu:
-          Who? (Siapakah komunikatornya?)
-          Says What? (Pesan apa yang disampaikan?)
-          In Which Channel? (Media apa yang digunakan?)
-        To Whom? (Kepada siapa/Siapa komunikannya?)
-        With What Effect? (Efek apa yang diharapkan?)

Teori Laswell tersebut termasuk dalam kategori model-model dasar dalam strategi komunikasi. Teori ini telah digunakan untuk mengatur dan mengorganisasikan dan membentuk struktur tentang proses komunikasi. Laswell menunujukkan kecenderungan awal model komunikasi, yaitu menganggap bahwa komunikator pasti mempunyai penerima atau komunikan, dan karenanya komunikasi harus semata-mata dianggap sebagai proses persuasif. Juga selalu dianggap bahwa pesan-pesan itu pasti ada efeknya.

Pertanyaan-pertanyaan dalam teori Laswell tersebut dalam strategi komunikasi sangat penting, salah satunya “With what effect?”. Karena efek yang diharapkan dari suatu kegiatan komunikasi bisa bermacam-macam, yakni:
1.      Menyebarkan komunikasi
2.      Melakukan persuasi
3.      Melaksanakan instruksi

Jika kita sudah mengetahui efek yang kita kehendaki dari komunikan, memilih cara mana yang kita ambil untuk berkomunikasi juga sangatlah penting, karena ada kaitannya dengan media yang harus kita gunakan. Cara kita berkomunikasi, bisa kita ambil salah satu dari dua point berikut, yaitu:
-          Komunikasi tatap muka (Face to Face Communication)
-          Komunikasi bermedia (Mediated Communication)

Komunikasi tatap muka dapat kita gunakan apabila kita mengharapkan efek berupa perubahan tingkah laku pada komunikan. Dengan begitu, kita sebagai komunikator bisa mengetahui pada saat kita berkomunikasi apakah komunikan memperhatikan kita dan mengerti apa yang kita komunikasikan.

Sedangkan untuk komunikasi bermedia (media massa dan media publik) pada umumnya digunakan untuk komunikasi yang memiliki fungsi informatif. Berbagai hasil penelitian menunujukkan bahwa media massa kurang ampuh untuk mengubah tingkah laku komunikan karena sifatnya yang informatif dan tidak persuatif. Walaupun demikian, kelebihan komunikasi bermedia ini yaitu dapat mencapai komunikan dalam jumlah yang besar.


Jadi, media komunikasi dan strategi komunikasi ini memiliki hubungan. Jika kita sudah menentukan strategi apa yg kita gunakan untuk berkomunikasi, maka kita akan membutuhkan suatu alat untuk komunikasi bermedia. Contohnya seperti yang saya katakan diawal.

Sumber:

0 comments:

Post a Comment