Saturday, 12 September 2015

Jenis-jenis Komunikasi




                Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan beberapa jenis-jenis komunikasi seperti: Komunikasi Massa, Komunikasi Publik, Komunikasi Organisasi, Komunikasi antar pribadi, komunikasi antar budaya, dan Komunikasi antar kelompok.
                Yang pertama yaitu Komunikasi Massa. Komunikasi massa adalah proses penyampaian pesan atau informasi maupun gagasan kepada orang banyak melalui media. Komunikasi massa sering disebut juga Komunikasi media massa dan Berkomunikasi melalui media massa. Ini karena penyampaiannnya melalui media massa seperti media cetak (koran, tabloid, majalah); media elektronik (televisi, radio) dan media cyber (media online, internet).
                Karakteristik Komunikasi Massa menurut Elizabeth Noelle Neuman, menyebutkan 4 tanda pokok dalam komunikasi massa, yaitu:
1.       Komunikasi massa tidak bersifat langsung
2.       Komunikasi massa bersifat satu arah
3.       Komunikasi massa bersifat terbuka
4.       Memiliki publik yang secara geografis tersebar
Komunikasi  massa pun memiliki efek atau dampak yang muncul dari seseorang yang menerima pesan komunikasi baik sengaja maupun tidak disengaja. Menurut Onong Uchyana Effendy (2006) yang merupakan efek komunikasi massa yaitu:
1.     Efek Kognitif yaitu berupa pengetahuan. Orang yang menerima pesan komunikasi tersebut akan bertambah pengetahuannya dari informasi atau apapun yang disampaikan.
2.  Efek Afektif yaitu berupa perasaan atau emosi. Merupakan dampak yang dirasakan seseorang setelah menerima pesan komunikasi tersebut.
3.   Efek Konatif yaitu berupa perilaku. Setelah efek afektif yang diterima seseorang, apakah efek tersebut dapat merubah perilaku seseorang setelah mereima pesan komunikasi atau tidak.
Yang kedua adalah Komunikasi Publik. Adalah penyampaian pesan berupa ide, gagasan, informasi, ajakan, dan sebagainya kepada orang banyak. Komunikasi publik hampir sama dengan komunikasi massa. Namun, komunikasi publik memiliki cakupan yang lebih luas daripada komunikasi massa. Komunikasi massa hanya sebatas menggunakan media massa seperti koran, majalah, televisi, radio, dll. Sedangkan komunikasi publik dapat juga menggunakan media cyber seperti e-mail, blog, jejaring social seperti Facebook, Twitter, Messenger, juga dapat dilakukan melalui SMS. Media lain yang bisa menjangkau khalayak luas dan banyak dapat dilakukan juga dengan aksi demonstrasi, seminar, reklame, spanduk dijalanan, dan sebagainya.
Dalam proses penyampaiannya, komunikasi publik diperlukan keterampilan komunikasi lisan dan tulisan agar pesan dapat disampaikan secara efektif dan efisien. Komunikasi publik dapat dilakukan oleh siapapun bahkan sampai seorang komunikator professional seperti: seorang staf Public Relations, wartawan, penyiar radio, presenter, pembawa berita, dan sebagainya.
Komunikasi Publik memiliki ciri utama yaitu berisi pesan yang penting diketahui publik. Dapat berupa yang menyangkut urusan publik, permasalahan publik yang sedang terjadi, atau yang diharapkan dapat mambangkitkan rasa simpati dan dapat menggugah banyak orang.
Selanjutnya yang ketiga yaitu Komunikasi Organisasi. Adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi didalam kelompok formal organisasi maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal sifatnya berorientasi hanya pada kepentingan organisasi tersebut, sedangkan komunikasi informal yaitu komunikasi yang disetujui secara social. Orientasinya lebih kepada anggota organisasi tersebut. Isi komunikasi dapat berupa cara kerja, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: Surat, memo, pernyataan, kebijakan dan lain-lain.
                Komunikasi organisasi pun memiiki fungsi yang dinyatakan oleh Sendjadja (1994), yaitu:
1.       Fungsi informatif. Anggota dalam organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik, dan tepat waktu. Selain itu, informasi yang didapatkan bertujuan juga untuk orang-orang yang ada didalam organisasi tersebut agar dapat membuat kebijakan organisasi ataupun untuk mengatasi konflik yang terjadi didalam organisasi. Sedangkan orang yang berada diposisi bawahan seperti karyawan dll, informasi berfungsi untuk melaksanakan pekerjaan, selain itu untuk informasi tentang jaminan-jaminan, izin cuti dan sebagainya.
2.       Fungsi relatif. Berkaitan dengan peraturan dalam sebuah organisasi. Seperti berkaitan dengan orang-orang yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Serta memberi perintah atau instruksi supaya perintahnya dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Selain itu, berkaitan dengan pesan yang lebih kepada tentang pekerjaan.
3.       Fungsi Persuasif. Banyak atasan yang lebih suka mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Karena, kekuasaan atau kewenangan tidak selamanya akan membawa hasil sesuai dengan apa yang diinginkan. Maka dari itu, dengan adanya fungsi ini, para atasan berharap pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh bawahannya akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibandingkan jika pimpinan sering memperlihatkan kekuasaannya.
4.       Fungsi integratif. Setiap organisasi pasti akan selalu menyediakan saluran atau fasilitas yang memungkinkan staf atau karyawannya dapat bekerja lebih baik lagi. Contohnya, saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut dan laporan kemajuan organisasi. Selain itu, ada pula komunikasi informal seperti kegiatan darmawisata, pertandingan olahraga, atau sekedar obrolan kecil antar pribadi selama masa istirahat kerja. Ini juga akan berdampak baik untuk  ikatan pertemanan antar orang-orang didalam organisasi tersebut.
Yang keempat ada Komunikasi Antar Pribadi. Yaitu komunikasi antara individu dengan individu lainnya yang melibatkan hanya dua orang bertatap muka yang memungkinkan setiap pribadinya menangkap reaksi orang lain secara langsung baik secara verbal maupun non-verbal.
Berikut ini beberapa fungsi komunikasi antar pribadi menurut Hafied Cangara, yaitu:
1.       Berusaha menghubungkan insani (human relation)
2.       Menghindari dan mengatasi konflik pribadi
3.       Mengurangi ketidakpastian sesuatu
4.       Berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain.
Komunikasi antar pribadi berperan sangat penting karena manusia meruapakan makhluk sosial yang masih memiliki emosi atau perasaan. Kenyataannya, komunikasi antar pribadi ini membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya sebagai contoh seperti sepasang suami-istri, dua sahabat dekat, seorang guru dengan muridnya, dan lain-lain.
Berikutnya yang kelima ada Komunikasi Antar Budaya. Negara dengan banyaknya ragam suku, budaya, adat istiadat, bahasa dan sebagainya seperti Indonesia ini, membuat komunikasi antar budaya ini penting adanya. Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda seperti ras, etnik, atau sosioekonomi, dan  lain-lain.
Mengapa komunikasi antar budaya itu penting adanya? Karena komunikasi antar budaya bertujuan untuk memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi, mengkomunikasikan antar orang yang berbeda budaya, mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan yang muncul dalam komunikasi, membantu mengatasi masalah komunikasi yang disebabkan oleh perbedaan buadaya, mengingkatkan keterampilan verbal dan non verbal dalam komunikasi, dan menjadikan kita mampu berkomunikasi secara efektif.
Selain itu, komunikasi antar budaya pun memiliki fungsi-fungsi diantara lain:
1.       Fungsi pribadi. Adalah fungsi-fungsi komunikasi yang ditujukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu. Seperti:
a.    Menyatakan identitas sosial, agar dapat diketahui asal-usul suku bangsa, agama, dan sebagainya.
b.      Menyatakan integrasi sosial, dengan adanya perbedaan budaya antara komunikator dengan komunikan, maka integrasi social adalah tujuan utama komunikasi kerana dengan demikian mereka dapat meningkatkan integrasi sosial atas relasi mereka.
c. Menambah pengetahuan. Sudah dipastikan komunikasi antar budaya dapat menambah pengetahuan seseorang maupun kedua belah pihak karena mereka saling mempelajari kebudayaan masing-masing.
d.   Melepaskan diri atau jalan keluar. Terkadang berkomunikasi dengan orang lain dapat melepaskan diri atau mencari jalan keluar atas masalah apa yang sedang dihadapi.
2.       Fungsi sosial. Yakni:
a.    Sebagai  fungsi pengawasan. Antara komunikator dengan komunikan ini dapat saling mengawasi juga bermanfaat untuk menginformasikan perkembangan tentang lingkungan.
b.   Sosialisasi Nilai. Merupakan fungsi untuk mengajarkan dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada masyarakat lainnya
c.       Menghibur. Dengan beragamnya budaya, kita dapat melihat atau menonton suatu budaya yang sifatnya menghibur. Seperti contohnya adalah kesenian tari dari daerah tertentu.
Dan yang terakhir adalah Komunikasi Antar Kelompok. Komunikasi antar kelompok adalah interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih dengan tujuan tertentu dikelompok tersebut. Kelompok disini misalnya keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah rapat untuk mengambil suatu keputusan.
                Terdapat tiga klasifikasi kelompok. Yang pertama ada primer dan sekunder. Kedua yaitu kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan. Dan ketiga yaitu kelompok dekriptif dan kelompok preskriptif.
1.       Kelompok primer adalah suatu kelompk yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan mnyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita. Ada perbedaan antara kelompok primer dan sekunder, yaitu sebagai berikut:
a.     Komunikasi pada kelompok primer bersifat luas. Dapat menembus kepribadian kita yang paling mendalam. Sedangkan kelompok sekunder bersifat dangkal dan terbatas.
b.    Kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder bersifat non personal.
c.    Kelompok primer cenderung bersifat informal, sedangkan kelompok sekunder lebih bersifat formal.
2.   Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur untuk menilai diri sendiri atau membentuk sikap.
3.   Kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga, yaitu: kelompok tugas, kelompok pertemuan, dan kelompok penyadar. Kelompok tugas bertujuan untuk memecahkan masalah. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial yang baru. Sedangkan kelompok preskriptif mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok.
Berikut ini adalah pengaruh kelompok pada perilaku komunikasi. Yang pertma yaitu konformitas. Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju norma kelompok sebagai akibat tekanan anggota kelompok yang lain. Sebagai contohnya yaitu ketika meminta persetujuan anggota, beberapa anggota telah menyetujuinya dan besar kemungkinannya anggota lain juga akan setuju.
Kedua yaitu fasilitasi sosial. Kelompok menunjukkan kelancaran atau pengingkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok. Kehadiran orang lain dianggap akan menimbulkan efek pembangkit energy pada perilaku individu.

1 comments:

Peper said...

Kata Wira_SUCI 5, ada juga telepati mbak. Telekomunikasi lewat perantara hati. :D

Post a Comment