Pada
postingan kali ini saya akan menjelaskan beberapa jenis-jenis komunikasi
seperti: Komunikasi Massa, Komunikasi Publik, Komunikasi Organisasi, Komunikasi
antar pribadi, komunikasi antar budaya, dan Komunikasi antar kelompok.
Yang
pertama yaitu Komunikasi Massa.
Komunikasi massa adalah proses penyampaian pesan atau informasi maupun gagasan
kepada orang banyak melalui media. Komunikasi massa sering disebut juga
Komunikasi media massa dan Berkomunikasi melalui media massa. Ini karena
penyampaiannnya melalui media massa seperti media cetak (koran, tabloid,
majalah); media elektronik (televisi, radio) dan media cyber (media online,
internet).
Karakteristik
Komunikasi Massa menurut Elizabeth Noelle Neuman, menyebutkan 4 tanda pokok
dalam komunikasi massa, yaitu:
1.
Komunikasi massa tidak bersifat langsung
2.
Komunikasi massa bersifat satu arah
3.
Komunikasi massa bersifat terbuka
4.
Memiliki publik yang secara geografis tersebar
Komunikasi massa pun memiliki efek atau dampak yang
muncul dari seseorang yang menerima pesan komunikasi baik sengaja maupun tidak
disengaja. Menurut Onong Uchyana Effendy (2006) yang merupakan efek komunikasi
massa yaitu:
1. Efek Kognitif yaitu berupa pengetahuan. Orang
yang menerima pesan komunikasi tersebut akan bertambah pengetahuannya dari informasi
atau apapun yang disampaikan.
2. Efek Afektif yaitu berupa perasaan atau emosi. Merupakan
dampak yang dirasakan seseorang setelah menerima pesan komunikasi tersebut.
3. Efek Konatif yaitu berupa perilaku. Setelah efek
afektif yang diterima seseorang, apakah efek tersebut dapat merubah perilaku
seseorang setelah mereima pesan komunikasi atau tidak.
Yang kedua
adalah Komunikasi Publik. Adalah
penyampaian pesan berupa ide, gagasan, informasi, ajakan, dan sebagainya kepada
orang banyak. Komunikasi publik hampir sama dengan komunikasi massa. Namun,
komunikasi publik memiliki cakupan yang lebih luas daripada komunikasi massa.
Komunikasi massa hanya sebatas menggunakan media massa seperti koran, majalah,
televisi, radio, dll. Sedangkan komunikasi publik dapat juga menggunakan media
cyber seperti e-mail, blog, jejaring social seperti Facebook, Twitter,
Messenger, juga dapat dilakukan melalui SMS. Media lain yang bisa menjangkau
khalayak luas dan banyak dapat dilakukan juga dengan aksi demonstrasi, seminar,
reklame, spanduk dijalanan, dan sebagainya.
Dalam proses
penyampaiannya, komunikasi publik diperlukan keterampilan komunikasi lisan dan
tulisan agar pesan dapat disampaikan secara efektif dan efisien. Komunikasi
publik dapat dilakukan oleh siapapun bahkan sampai seorang komunikator professional
seperti: seorang staf Public Relations, wartawan, penyiar radio, presenter,
pembawa berita, dan sebagainya.
Komunikasi
Publik memiliki ciri utama yaitu berisi pesan yang penting diketahui publik.
Dapat berupa yang menyangkut urusan publik, permasalahan publik yang sedang
terjadi, atau yang diharapkan dapat mambangkitkan rasa simpati dan dapat
menggugah banyak orang.
Selanjutnya
yang ketiga yaitu Komunikasi Organisasi.
Adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi didalam kelompok
formal organisasi maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005).
Komunikasi formal sifatnya berorientasi hanya pada kepentingan organisasi
tersebut, sedangkan komunikasi informal yaitu komunikasi yang disetujui secara
social. Orientasinya lebih kepada anggota organisasi tersebut. Isi komunikasi
dapat berupa cara kerja, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus
dilakukan dalam organisasi. Misalnya: Surat, memo, pernyataan, kebijakan dan
lain-lain.
Komunikasi
organisasi pun memiiki fungsi yang dinyatakan oleh Sendjadja (1994), yaitu:
1.
Fungsi informatif. Anggota dalam organisasi
berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik, dan tepat
waktu. Selain itu, informasi yang didapatkan bertujuan juga untuk orang-orang
yang ada didalam organisasi tersebut agar dapat membuat kebijakan organisasi
ataupun untuk mengatasi konflik yang terjadi didalam organisasi. Sedangkan
orang yang berada diposisi bawahan seperti karyawan dll, informasi berfungsi
untuk melaksanakan pekerjaan, selain itu untuk informasi tentang
jaminan-jaminan, izin cuti dan sebagainya.
2.
Fungsi relatif. Berkaitan dengan peraturan dalam
sebuah organisasi. Seperti berkaitan dengan orang-orang yang memiliki
kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Serta memberi
perintah atau instruksi supaya perintahnya dapat dijalankan sebagaimana
mestinya. Selain itu, berkaitan dengan pesan yang lebih kepada tentang
pekerjaan.
3.
Fungsi Persuasif. Banyak atasan yang lebih suka
mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Karena, kekuasaan atau
kewenangan tidak selamanya akan membawa hasil sesuai dengan apa yang
diinginkan. Maka dari itu, dengan adanya fungsi ini, para atasan berharap
pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh bawahannya akan menghasilkan
kepedulian yang lebih besar dibandingkan jika pimpinan sering memperlihatkan
kekuasaannya.
4.
Fungsi integratif. Setiap organisasi pasti akan
selalu menyediakan saluran atau fasilitas yang memungkinkan staf atau
karyawannya dapat bekerja lebih baik lagi. Contohnya, saluran komunikasi formal
seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut dan laporan kemajuan
organisasi. Selain itu, ada pula komunikasi informal seperti kegiatan
darmawisata, pertandingan olahraga, atau sekedar obrolan kecil antar pribadi
selama masa istirahat kerja. Ini juga akan berdampak baik untuk ikatan pertemanan antar orang-orang didalam
organisasi tersebut.
Yang keempat
ada Komunikasi Antar Pribadi. Yaitu
komunikasi antara individu dengan individu lainnya yang melibatkan hanya dua
orang bertatap muka yang memungkinkan setiap pribadinya menangkap reaksi orang
lain secara langsung baik secara verbal maupun non-verbal.
Berikut ini
beberapa fungsi komunikasi antar pribadi menurut Hafied Cangara, yaitu:
1.
Berusaha menghubungkan insani (human relation)
2.
Menghindari dan mengatasi konflik pribadi
3.
Mengurangi ketidakpastian sesuatu
4.
Berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang
lain.
Komunikasi
antar pribadi berperan sangat penting karena manusia meruapakan makhluk sosial
yang masih memiliki emosi atau perasaan. Kenyataannya, komunikasi antar pribadi
ini membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya sebagai contoh seperti
sepasang suami-istri, dua sahabat dekat, seorang guru dengan muridnya, dan
lain-lain.
Berikutnya
yang kelima ada Komunikasi Antar Budaya.
Negara dengan banyaknya ragam suku, budaya, adat istiadat, bahasa dan
sebagainya seperti Indonesia ini, membuat komunikasi antar budaya ini penting
adanya. Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi antara
orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda seperti ras, etnik, atau
sosioekonomi, dan lain-lain.
Mengapa
komunikasi antar budaya itu penting adanya? Karena komunikasi antar budaya
bertujuan untuk memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi,
mengkomunikasikan antar orang yang berbeda budaya, mengidentifikasikan
kesulitan-kesulitan yang muncul dalam komunikasi, membantu mengatasi masalah
komunikasi yang disebabkan oleh perbedaan buadaya, mengingkatkan keterampilan
verbal dan non verbal dalam komunikasi, dan menjadikan kita mampu berkomunikasi
secara efektif.
Selain itu,
komunikasi antar budaya pun memiliki fungsi-fungsi diantara lain:
1.
Fungsi pribadi. Adalah fungsi-fungsi komunikasi
yang ditujukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang
individu. Seperti:
a. Menyatakan identitas sosial, agar dapat
diketahui asal-usul suku bangsa, agama, dan sebagainya.
b.
Menyatakan integrasi sosial, dengan adanya
perbedaan budaya antara komunikator dengan komunikan, maka integrasi social adalah
tujuan utama komunikasi kerana dengan demikian mereka dapat meningkatkan
integrasi sosial atas relasi mereka.
c. Menambah pengetahuan. Sudah dipastikan
komunikasi antar budaya dapat menambah pengetahuan seseorang maupun kedua belah
pihak karena mereka saling mempelajari kebudayaan masing-masing.
d. Melepaskan diri atau jalan keluar. Terkadang
berkomunikasi dengan orang lain dapat melepaskan diri atau mencari jalan keluar
atas masalah apa yang sedang dihadapi.
2.
Fungsi sosial. Yakni:
a. Sebagai fungsi pengawasan. Antara komunikator dengan
komunikan ini dapat saling mengawasi juga bermanfaat untuk menginformasikan perkembangan
tentang lingkungan.
b. Sosialisasi Nilai. Merupakan fungsi untuk mengajarkan
dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada masyarakat
lainnya
c.
Menghibur. Dengan beragamnya budaya, kita dapat
melihat atau menonton suatu budaya yang sifatnya menghibur. Seperti contohnya
adalah kesenian tari dari daerah tertentu.
Dan yang
terakhir adalah Komunikasi Antar
Kelompok. Komunikasi antar kelompok adalah interaksi secara tatap muka
antara tiga orang atau lebih dengan tujuan tertentu dikelompok tersebut.
Kelompok disini misalnya keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan
masalah, atau suatu komite yang tengah rapat untuk mengambil suatu keputusan.
Terdapat
tiga klasifikasi kelompok. Yang pertama ada primer dan sekunder. Kedua yaitu
kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan. Dan ketiga yaitu kelompok dekriptif
dan kelompok preskriptif.
1.
Kelompok primer adalah suatu kelompk yang
anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan mnyentuh hati dalam
asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang
anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati
kita. Ada perbedaan antara kelompok primer dan sekunder, yaitu sebagai berikut:
a. Komunikasi pada kelompok primer bersifat luas.
Dapat menembus kepribadian kita yang paling mendalam. Sedangkan kelompok
sekunder bersifat dangkal dan terbatas.
b. Kelompok primer bersifat personal, sedangkan
kelompok sekunder bersifat non personal.
c. Kelompok primer cenderung bersifat informal,
sedangkan kelompok sekunder lebih bersifat formal.
2. Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang
anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu.
Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur untuk
menilai diri sendiri atau membentuk sikap.
3. Kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga,
yaitu: kelompok tugas, kelompok pertemuan, dan kelompok penyadar. Kelompok
tugas bertujuan untuk memecahkan masalah. Kelompok pertemuan adalah kelompok
orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Kelompok penyadar
mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial yang baru. Sedangkan
kelompok preskriptif mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota
kelompok dalam mencapai tujuan kelompok.
Berikut ini adalah
pengaruh kelompok pada perilaku komunikasi. Yang pertma yaitu konformitas.
Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju norma kelompok
sebagai akibat tekanan anggota kelompok yang lain. Sebagai contohnya yaitu
ketika meminta persetujuan anggota, beberapa anggota telah menyetujuinya dan
besar kemungkinannya anggota lain juga akan setuju.
Kedua yaitu
fasilitasi sosial. Kelompok menunjukkan kelancaran atau pengingkatan kualitas
kerja karena ditonton kelompok. Kehadiran orang lain dianggap akan menimbulkan
efek pembangkit energy pada perilaku individu.
1 comments:
Kata Wira_SUCI 5, ada juga telepati mbak. Telekomunikasi lewat perantara hati. :D
Post a Comment